Comscore Tracker

Jadi Solusi Urai Kemacetan, Pembangunan MRT Diapresiasi DPD RI

MRT mampu mengurangi kemacetan hingga 8 persen

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Akhmad Muqowam mengapresiasi kehadiran Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta. Ia mengungkapkan hal tersebut setelah mencoba moda transportasi itu untuk pertama kalinya dalam rute Bundaran HI-Lebak Bulus pada Selasa (25/6). 

Muqowam juga mengatakan bahwa MRT merupakan salah satu solusi untuk mengurai kemacetan Jakarta yang selama dua dasawarsa ini selalu menjadi problematika Ibu Kota.

"Pembangunan MRT salah satu bagian dari transportasi yang aman dan massal, sehingga diharapkan bisa mengurangi kemacetan dan membantu pergerakan masyarakat menjadi lebih cepat," ujar Muqowam saat berkunjung ke Gedung Administrasi Depo di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

1. Salah tugas Wakil Ketua DPD RI yang membawahi Komite II ialah pengawasan terkait transportasi

Jadi Solusi Urai Kemacetan, Pembangunan MRT Diapresiasi DPD RIIDN Times/DPD RI

Di Depo Lebak Bulus, Muqowam disambut Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Muhammad Effendi dan Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Kamaluddin. 

Muqowam menjelaskan, salah satu tugas Wakil Ketua DPD RI yang membawahi Komite II ialah pengawasan terkait transportasi, serta menilai bahwa sistem dan fasilitas yang tersedia memadai. Namun, satu masalah yang menjadi tantangan ialah mengedukasi masyarakat soal cara menggunakan MRT yang baik dan benar.

“Sekarang baru pada tataran awal sehingga masih perlu sosialisasi, edukasi, dan menjadi salah satu pintu masuk modernisasi MRT. Saya kira sebagai sebuah tahap awal, sarana dan prasarana sudah memadai,” ujar Muqowam.

Muqowam menambahkan, jika MRT di Indonesia dibandingkan dengan negara lain memang masih jauh. Namun, kalau tolok ukurnya untuk Indonesia, maka sekarang maksimal. Hal yang perlu diperhatikan ialah penyesuaian dengan budaya masyarakat Indonesia.

“Tadinya yang mau dipakai model Jepang, tapi karena ada budaya masyarakat dan kebiasaan yang ditemukan di Jakarta, maka harus disesuaikan, kalau copy paste dengan yang di luar negeri dalam beberapa tahap nanti baru bisa sama,” kata Muqowam.

2. PT MRT Jakarta akan menyelesaikan jalur MRT sepanjang 230 km pada 2030

Jadi Solusi Urai Kemacetan, Pembangunan MRT Diapresiasi DPD RIInstagram.com / fajarnormal

Muhammad Effendi menjelaskan bahwa PT MRT Jakarta akan menyelesaikan jalur MRT sepanjang 230 km pada 2030. Dari sisi operator juga akan menjadi world class operator. Salah satu caranya ialah dengan melakukan benchmark ke berbagai negara, seperti Bangkok, Hong Kong, dan Singapura. 

"Jadi tidak hanya satu negara, dengan bekal itu kita bisa ambil yang cocok dengan negara kita. Tahun 2023 kita bisa sebanding dengan Singapura," tutur Effendi. 

Effendi menambahkan, hal yang menjadi tantangan terbesar saat ini ialah mengedukasi masyarakat cara men-tap kartu di passenger gate. Bagi penumpang yang belum terbiasa, bisa menyebabkan passenger gate eror sehingga antrean jadi panjang. 

"Kita harus menambah karyawan di setiap passenger gate, mudah-mudahan 2-3 bulan nanti akan lancar. Tapi kita senang, tugas kita bukan hanya menyediakan transportasi tapi mengedukasi masyarakat," tutur Effendi. 

Di kesempatan tersebut, Kamaluddin menambahkan informasi bahwa hingga saat ini MRT mampu mengurangi kemacetan hingga 8 persen.

"Targetnya bisa mengurangi kemacetan hingga 30 persen. Kita akan tingkatkan dengan integrasi antarmoda dan gedung-gedung," kata Effendi.

Topic:

  • Ezri Tri Suro

Just For You