Comscore Tracker

Wakil Ketua DPD: Peran DPD Penting untuk Menunjang Program Pemerintah 

DPD lebih proporsional salurkan program pemerintah ke daerah

Jakarta, IDN Times - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menggelar rapat kerja (raker) dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di Ruang Rapat Komite II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/2).

Wakil Ketua DPD Sultan B Najamudin mengatakan, peran DPD sangat penting menunjang program kerja dari kementerian karena salah satu pintu untuk menyosialisasikan program kerja pemerintah melalui DPD. 

“Kami lebih proporsional dalam menyampaikan program pemerintah, dan ini juga akan memudahkan kementerian dalam menyalurkan program ke masyarakat,” ujar Sultan. 

1. DPD siap membantu menyosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat di daerah

Wakil Ketua DPD: Peran DPD Penting untuk Menunjang Program Pemerintah IDN Times/DPD RI

Ketua Komite II DPD Yorrys Raweyai juga berharap Kementerian ESDM bisa bersama dengan DPD menyampaikan program kerja di daerah. DPD pun siap membantu menyosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat, khususnya Kementerian ESDM, karena banyaknya program pada tahun 2020.

“Semoga pada periode ini ada sinergi antarkami dan Kementerian ESDM. Kami sebagai mitra siap membantu pemerintah menyampaikan program kerja ke masyarakat. Jika Pak Menteri ada kunjungan kerja bisa melibatkan DPD RI sehingga kita tahu apa saja program pemerintah dan membantu menyosialisasikannya ke masyarakat,” tambahnya.

2. Kementerian ESDM berkomitmen mengembangkan energi baru terbarukan (EBT)

Wakil Ketua DPD: Peran DPD Penting untuk Menunjang Program Pemerintah IDN Times/DPD RI

Pada raker tersebut, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan Kementerian ESDM memiliki program dan kebijakan strategis sektor ESDM yang menjadi prioritas, yaitu program quick wins 2020. Salah satu program quick wins 2020 ialah percepatan keputusan proyek kilang dan peluncuran akses data migas. 

“Program ini guna membantu proses-proses yang terkait dengan prosedur-prosedur perizinan agar kilang bisa lancar dan mudah dibangun. Jadi, data-data migas ini setelah kita sempurnakan kemudian akan kita permudah aksesnya sehingga investor bisa memanfaatkannya dengan baik dan dalam waktu yang cukup cepat,” kata Arifin.

Selain itu, Kementerian ESDM berkomitmen mengembangkan energi baru terbarukan (EBT), peningkatan nilai tambah, dan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri. Kementerian ESDM juga menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik EBT sebesar 686 MW pada tahun 2020.

Arifin juga menjelaskan Kementerian ESDM berencana meningkatkan investasi sektor ESDM di tengah tantangan ekonomi global pada 2020. Rencananya, investasi sektor ESDM pada 2020 ditargetkan sebesar USD 37,2 miliar. 

“Hal ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja nasional,” paparnya.

3. Provinsi Riau saat ini mengalami kesulitan minyak

Wakil Ketua DPD: Peran DPD Penting untuk Menunjang Program Pemerintah ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Menanggapi raker kali ini, anggota Komite II DPD Edwin Pratama Putra menjelaskan bahwa 30 persen produksi minyak berasal dari Provinsi Riau, tetapi faktanya Riau saat ini justru mengalami kesulitan minyak. 

“Kami meminta Pak Menteri (ESDM) bisa memberikan kepastian atas kelangkaan BBM di Riau,” paparnya. 

Senada dengan Edwin, anggota DPD RI Provinsi Papua Barat Mamberop Yosephus Rumakiek juga prihatin karena masih saja ada antrean BBM di Papua dan Papua Barat. Padahal, tanah Papua memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi kenyataannya di lapangan berbeda. 

“Antrean BBM di Papua masih sering terjadi. Jadi, saya ragu kebijakan BBM satu harga,” tukasnya.

Topic:

  • Marwan Fitranansya

Berita Terkini Lainnya