Comscore Tracker

Komite I DPD RI Finalisasi RUU Daya Saing Daerah

RUU Daya Saing Daerah dilatarbelakangi persaingan global

Jakarta, IDN Times - Komite I DPD RI menggelar rapat pleno dalam rangka finalisasi rancangan undang-undang (RUU) tentang Daya Saing Daerah, di Senayan, Jakarta, Senin (19/8). Dalam rapat pleno tersebut, Ketua Komite I DPD RI Benny Rhamdani memaparkan bahwa pada tahun sidang 2018-2019 ini, Komite I DPD RI telah menyepakati untuk menyusun RUU tentang Daya Saing Daerah.

“Penyusunan RUU tentang Daya Saing Daerah dilatarbelakangi oleh persaingan global yang menuntut daerah menetapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Daerah diharapkan mencari dan mengenal potensi yang akan dikembangkan dan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” kata Benny dalam keterangan tertulis. 

1. Rendahnya daya saing daerah menyebabkan tingginya angka kemiskinan

Komite I DPD RI Finalisasi RUU Daya Saing DaerahIDN Times/DPD RI

Menurut Benny, rendahnya daya saing daerah menyebabkan tingginya angka kemiskinan, ketimpangan pendapatan, pelayanan publik tidak optimal, sumber daya manusia kurang kompetitif, dan akselerasi pertumbuhan ekonomi menjadi lambat. “Jika kondisi ini terus berlanjut, tentu akan berdampak terhadap daya saing nasional yang akan mengganggu kemampuan Indonesia bersaing dalam percaturan dunia,” ujarnya.

Benny menjelaskan, peran daerah untuk meningkatkan daya saing sangat tergantung kemampuan daerah melakukan identifikasi faktor pembentuk dan penentu daya saing daerah. Dengan kemampuan daerah yang cermat dalam melakukan identifikasi faktor-faktor pembentuk dan penentu daya saing, daerah dapat menyusun strategi menetapkan kebijakan-kebijakan apa yang harus ditempuh agar daya saingnya dapat terus meningkat sehingga mampu menopang kiprah dan posisi daya saing Indonesia di kancah regional dan global. Selain itu, diperlukan juga peran pemerintah daerah dan anggaran dari pemerintah pusat sebagai dukungan.

2. Komite I DPD RI menugaskan para pakar menjadi Tim Ahli Penyusun RUU Daya Saing Daerah

Komite I DPD RI Finalisasi RUU Daya Saing DaerahIDN Times/DPD RI

Lebih lanjut Benny mengatakan, Komite I DPD RI menugaskan para pakar menjadi Tim Ahli Penyusun RUU yang terdiri atas Prof Eddy Suratman, Endi Jaweng, Nur Kholis, dan Fendi Setyawan untuk menyusun dan menyempurnakan draf naskah akademik dan draf RUU tentang Daya Saing Daerah yang telah bekerja secara intensif mulai Maret 2019.

“Dalam proses penyusunannya, RUU ini telah mengalami dinamika perubahan, perbaikan, dan penyempurnaan substantif materi berdasarkan saran, pendapat, dan masukan yang diperoleh Komite I,” tuturnya.

3. Rencananya, RUU DSD disahkan bersamaan dengan RUU Wilneg dalam sidang paripurna pada 30 September 2019

Komite I DPD RI Finalisasi RUU Daya Saing Daerahhttp://www.dpd.go.id

Benny pun menambahkan, ruang lingkup RUU Daya Saing Daerah (DSD) mencakup penguatan regulasi, pengembangan inovasi daerah, peningkatan kualitas SDM, pengelolaan SDA dan lingkungan, pemanfaatan modal sosial, pendanaan, penyediaan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kelembagaan.

“Komite I DPD RI memandang perlu untuk melakukan pembahasan akhir (finalisasi) dan pengesahan atas draf RUU tersebut pada kesempatan hari ini, sebelum nantinya dilakukan harmonisasi bersama PPUU pada 28 Agustus 2019 dengan agenda rapat gabungan anggota Komite I dengan anggota PPUU dengan agenda harmonisasi RUU DSD dan RUU Wilneg,” ujar Benny.

Rencananya, RUU DSD disahkan bersamaan dengan RUU Wilneg dalam sidang paripurna pada 30 September 2019. “Substansi yang termuat dalam RUU tentang Daya Saing Daerah serta isu-isu strategis secara rinci akan dijelaskan oleh Tim Ahli Komite I DPD RI dalam diskusi kita malam ini. Tentu kami berharap, Bapak/Ibu dan hadirin sekalian dapat mencermati dengan saksama draf RUU ini agar benar-benar mencerminkan aspirasi dan kebutuhan kita bersama, utamanya terkait Daya Saing Daerah,” tutup Benny.

Topic:

  • Ezri Tri Suro

Just For You